Sore itu ba’da ashar hujan gerimis, mungkin ini sudah mulai musim penghujan maklum ini sudah bulan November. Hawa dingin membuat pikiranku membayangkan makanan yang enak segar dan tidak mahal. Bahkan perutku sudah mulai protes untuk di isi. Aku pura-pura aja tanya pada istriku yang cantik ” anak-anak mau kamu kasih lauk apa mi.?” padahal aku berharap dia mengajak makan diluar nanti malam sehingga rasa laparku bisa terobati.

” memangnya mau nraktir aku ya ?” jawab istriku.

” kalau mau beli lauk nanti aku antar, sekalian beli bensin, cuma ngantar lho ” sahutku

” ya, nanti sambil nyoba ac mobil ” jawab istriku sambil senyum soalnya dia tahu kalau tadi aku habis servic ac.

Ba’da maghib aku ngajar ngaji Ahnaf sebentar, sementara istriku sholat. Selang berapa menit anak udah tidah sabar ingin makan. ” mi, lapar, aku lapar, maem ” Ahnaf udah seperti biasa kalau punya keinginan langsung teriak. ” mi, maem, acu maem..” Ahlam juga tak mau ketinggalan.

” mi, mau makan apa ? ” tanyaku

” tempe penyat aja ” jawabnya . ” trus, anak-anak nanti makan apa ?  ”

” nanti disana kan ada ayam goreng ” jawab istriku.

Dalam perjalanan aku sudah membayangkan betapa enaknya dingin-dingin gini makan tempe penyet yang pedes sambelnya…..

tempe-penyet1Sepanjang jalan aku perhatikan dari kartasura sampai di Solo para penjaja makanan siap memanjakan lidah para pencinta kuliner, dari masakan khas Indonesia sampai ala barat.

Tiba di tujuan kami segera memesan Tempe penyet sama ayam goreng, sembari nunggu pesana siap aku pergi untuk sholat isya’ kebetulan tempatnya dekat Masjid. Habis sholat ternyata hidangan sudah siap, langsung aja kami menikmati makanan kesukaanku itu …Tempe penyet dengan sambel yang mak..nyuusss….