Banyak sudah pemuda yang dibuat merana karenanya, mereka rela merogoh kocek yang banyak demi mendapatkan dia. Ada yang rela mengeluarkan uang lebih dari gajinya asal bisa bersanding dengan dia. Bahkan kalau udah tergila-gila mereka rela untuk mengeluarkan tabungan dan menjual barang miliknya. Para pemuda tidak tergoyah walau mereka dimarahi pacar bahkan sampai ada yang putus gara-gara sang primadona ini.

Bapak-bapak tidak mau ketinggalan pula, mereka saling berlomba untuk mendapatkan Primadona yang satu ini. Begitu cintanya ada yang rela mobil mereka jual demi sang primadona. Ada yang lebih gila lagi, rumahpun merteka relakan demi sang primadona. Maka tidak heran kalau banyak istri yang sewot bankan sampai marah-marah dengan ulah suami mereka.

Tapi waktu demi waktu berjalan, hari berganti hari sang primadona kian pudar dan tidak mewangi lagi. Ternyata menjadi incaran dan idaman banyak orang tidak langgeng, masa jaya ada waktunya masa puncak ada batasnya . Para pemuda dan bapak-bapak sudah tidak semangat lagi untuk mendapatnya, melihat sang primadona malah timbul penyesalan dan kemarahan.

Sang primadona kini kian merana, hanya ada sebagian yang masih setia dan mencoba untuk tetap membuat sang primadona kembali menjadi idola. Mereka yang tetap cinta walau sang primadona telah pudar namanya, atau mereka terpaksa karena sudah menjadi bagian dari kehidupan dan perjalanan sang primadona.

Sang primadona yang dulu hanya bisa dilihat dan dimiliki lewat tempat tertentu dan acara tertentu atau harus menempuh perjalanan luar kota yang tentunya butuh waktu dan ongkos yang mahal.

Kini di pinggir jalan sang primadona sering berada, sayang para pemuda  dan babak-bapak sudah tidak mau melihat bahkan hanya sekedar mampir berhenti mereka  sudah enggan.

Sang primadona  sekarang bagaimana ?


Sang primadona kapan berjaya ? ( Lagi )


Sang primadona kapan mencapai puncaknya ? ( lagi )


Sang Primadona kayak apa ?


Inilah sang primadona :


gelombang-cintaGelombang cinta

jemaniJemani