Habis memperpanjang SIM di Sukoharjo memang aku sengaja mampir ke carrefour untuk beli kaos buat futsal, aku berharap bisa bikin kaos futsal dengan harga murah dan dengan sablon sesuai dengan keinginanku.

Sampai de carrefour aku coba cari kaos polos, “..yang oblong aja..” bisikku dalam hati, biar murah asal dari katun. Setelah muter-muter akhirnya aku temukan juga kaos oblong warna hitam, kenapa aku pilih warna hitam ?? ya mungkin aku nyoba pede aja, biar kulitku hitam ( tapi manislho kata ibuku..:) ). Tapi yang jelas aku baru senang aja ama kaos oblong warna hitam, akhir-akhir ini hampir semua kaos oblongku warna hitam. Padahal dulu aku paling suka ama warna putih disamping kelihatan bersih aku juga cepat dikenali ( kan, hitam paling menyolok kalu digabung putih, he..he. )

Setelah bayar itu kaos, aku langsung cari tukang sablon, aku pilih assalam karena aku pernah liat disana ada tukang sablon untuk kaos anak-anak. ” Mas, tolong sablonkan tulasan RAKABU FUTSAL ” jelas aku pada tukang sablon. Aku coba tulis kata yang aku maksud dan gaya tulisannya. Aku pingginnya sablonannya cuma didepan saja dengan tulisan rakabu pake huruf yang ukuran lebih kecil sedang dibawahnya futsal dengan huruf besar semuanya rata kiri ( seperti yang aku pernah lihat di internet, cuma beda tulisan aja ).

Sambil nunggu aku coba liat-liat kaos yang terpajang disitu, setelah bosan aku coba perhatikan kaos oblong yang disablon. Aku kaget sambil berkata ” wah,,, mase salah harusnya tulisannya bukan begitu ..” jelasku.

kaos futsal belakang

kaos futsal belakang


Tapi mau apa kaos oblongku sudah terlanjur disablon tidak sesuai dengan permintaanku. Ternyata tukang sablonnya sudah biasa nyablon hanya untuk kaos anak-anak wal hasil kaos oblongku disablon menurut kebiasaan dia.

Hasilnya bikan aku mangkel dan anyel, karena ternyata kaos oblongku disablon depan sama belakang, ” wah jan wagu tur ora mutu .. ” gerutuku dalam hati.

kaos futsal depan

kaos futsal depan

Daripada tambah suntuk aku tanya ongkosnya aja sama tukang sablon, ” Berapa mas, ? ” tanyaku. ” Lima ribu mas, ” jawab dia dengan wajah tanpa dosa.

Maksud hati ingin tampil beda dan ngasih contoh temen-temen bikin kaos futsal, malah hati mangkel yang aku dapat. ” Wah jadi pede tidak ya kau pake kaos ini.. ? ” tanyaku dalam hati.

Tapi aku pikir-pikir geli juga kalau aku marah dan dongkol ” gur limang ewu kok njaluk apik..” kataku dalam hati, sambil senyum aku langsung pergi.