Anak ketika masih bayi sering kita perlakukan sangat manja, saat dia nangis buru-buru kita menolongnya dan mencari apa penyebabnya. Dengan segala upaya kita berusaha memenuhi segala kebutuhannya agar dia tenang tidak rewel dan cepat dewasa. Bahkan disaat malam waktunya enak-enak tidur kita rela dan ikhlas membuatkan susu atau sekedar ganti popok yang kena ompol.

Masalah yang sering muncul disaat dia sudah mulai tumbuh dewasa. Dia mulai bergaul dengan lingkungan apalagi bagi kita yang kurang bisa membatasi anak kita nonton televisi atau main ps, ini akan lebih suli lagi. Karena keasyikkan dia menonton atau bermain dia sering lupa bahwa disela-sela itu dia mempunyai kewajiban yaitu belajar. Belajar disini bisa mengaji ( belajar baca Al-Quran ) yang utama atau belajar ilmu sekolah.
al-quran Kadang kita harus benar-benar jeli dan pandai mencari waktu agar si anak tidak merasa terganggu atau merasa keberatan dan kecapekan setelah seharian sekolah ( bagi yang sudah sekolah ) atau bermain. Ini ada beberapa trik yang pernah aku coba mengatasi masalh tersebut, diantaranya adalah :

  • Kita cari waktu yang tidak berbenturan dengan jadwal les mereka. Contoh : waktu habis sholat magrib, waktu ini sangat baik karena kondisi anak masih fress setelah mandi dan makan sore. Usahakan televisi tidak dinyalakan, karena televisi ini merupakan musuh paling berat.  Diwaktu-waktu ini anak-anak lebih senang menontonnya dibanding mereka sekeder bermain sam adiknya atau bermain sambil menunggu sholat magrib. Dan kebayakan stasiun televisi menyajikan acara-acara yang khusus diminati oleh anak-anak. Disini peran orang tua sangat penting sekali untuk mengaturnya.
  • Usahakan anak-anak terbiasa mandi sebelum adzan magrib berkumandang, ini dimaksudkan agar anak masih punya waktu untuk sebentar bermain atau makan setelah mandi. Sehingga waktu sholat magrib bisa tepat waktu dan tidak banyak waktu yang terbuang.
  • Berilah pengertian bahwa waktu antar magrib sampai isya’ adalah waktu untuk ibadah dan belajar, sehingga waktu tersebut tidak boleh untuk menonton televisi atau untuk bermain ps. Kalau pengertian ini sudah tertanam pada diri anak maka kita bisa sengaja menyembunyikan remote control televisi atau kita mencabut saklarnya biar mereka tidak iseng untuk menghidupkannya.  Bahkan kalau yang sudah lebih dewasa pengertian ini bisa diteruskan sampai isya’,  jadi setelah belajar mereka bisa langsung tidur.
  • Kalau mereka sudah fasih dalam membaca Al-quran, kita bisa mengadakan acara rutin tadarus sehabis sholat magrib. Dengan acara ini kita otomatis bisa membantu mereka dalam membetulkan bacaan dan tajuwidnya.
  • Pada waktu itu jangan sekali-kali kita sendiri yang menghidupkan televisi, karena ini akan memberikan contoh yang jelek pada anak-anak.
  • Dan yang paling penting adalah semua itu harus kita niati untuk ibadah dan mencari ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala..

Ini adalah sebagian trik dan cara agar anak kita mau dan senang membaca Al-quar atau belajar. Selamat mencoba.