Kalau beberapa waktu yang lalu muncul berita yang cukup menghebohkan seputar bedak dan balita, bahkan dengan judul yang serem-serem bikin ibu-ibu pada mrinding semua. Diantara ada yang berhudul ” Awas !!! bedak, dan minyak telon bahaya bagi bayi “, ” Bedak dan minyak telon bahaya bagi bayi “, ” Bayi tidak perlu bedak dan minyak telon ” wah… pokoknya serem semua. Kasihan para ibu-ibu sampai bingung anaknya mau dikasih apa, kalau habis mandi. Kasihan juga pabrik yang menyerap banyak tenaga kerja produknya jadi tak laku gara-gara tulisan itu.

Terlepas dari itu semua yang menurut tulisan itu bedak bisa bikin ganguan paru-paru atau pernapasan, aku mencoba cerita lain tetang bedak. Cerita ini murni dari keluargaku sendiri jadi jangan nuduh yang bukan-bukan atau nuduh kalau aku nyambi jadi agen bedak atau jualan bedak :) .

Cerita ini berawal saat aku pulang dari masjid sama Ahnaf anakku yang pertama, ” Assalamu’alaikum ” ucapku dan Ahnaf hampir bersamaan. ” Walaikum salam ” jawab istriku dari dalam. Tak berselang lama aku mendengar Ahlam anakku yang ke 2 tertawa, ” Ada apa ini ? ” tanyaku dalam hati.

Setelah masuk ke rumah aku baru tahu kalau Ahlam tertawa karena mukanya punuh dengan bedak dan minta diphoto sama istriku. Setelah diphoto buru-buru dia lari ke kamar tidur untuk mencari cermin. Di kamar tidur dia ketawa sendiri sampai aku yang ada di ruang keluarga kedengeran. Setelah puas berkaca dia lari lagi ke ruang keluarga minta dibedaki lagi. setelah dibedaki dia minta diphoto lagi, terus dia lihat photonya lagi-lagi dia tertawa dengan riangnya. setelah iti dia lari lagi ke kamar tidur untuk bercermin dan lagi-lagi dia tertawa sendiri. Kejadian ini berulang-ulang samapi dia merasa capek.

Aku sama istriku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya . Ahlam memang suka sekali diphoto dan bercermin, sampai-sampai Ahnaf suka bilang ” Ahlam mi, kokeyan gaya, ndeso… “. Tapi ya,.. itu lah Ahlam, mungkin karena sudah gawan lair kalau anak perempuan itu suka sama bedak, bercermin dan diphoto.

Dunia anak-anak memang kadang bikin kita geleng-geleng kepala. Hal yang sepele dan tidak menarik bagi orang tua tapi malah menjadikan hiburan bagi mereka.

Biarkan mereka bermain sesuai dengan keingin mereka jangan terlalu kita kekang, sekiranya bahaya kita cegah, kalau kurang pas kita nasehati .

Biarkan dunia mereka penuh warna

Biarkan dunia mereka penuh canda

Jangan kekang mereka

Jangan sakiti mereka

Tapi kita sayangi dan cintai mereka

Kita arahkan dan kita tuntun menuju Ridhonya.

Buat ” Ahlam ” anaku