Balungan Daging Sapi

Balungan Daging Sapi

Minggu siang diantara terik mentari yang semakin menyengat di kota Solo aku sedang muter-muter di sekitar BTC ( Beteng Trade Centre ) di kawasan Gladag Solo. Bukan dalam acara untuk diriku melainkan menemani istri tercinta dan anak-anak tersayang mencarai tas buat kenang-kenangan guru les Ahnaf anakku, yang memang boleh dibilang sudah hampir selesai tugasnya untuk mendidik dan membimbing anakku.

Panasnya mentari siang itu seakan tak terkalahkan oleh dinginnya AC didalam gedung BTC, Istriku seakan tidak ada lelahnya untuk mencari dan mencari tas yang sesuai keinginannya. Setelah muter-muter cukup lama dan anak-anakpun mulai tampak lelah dan bosan, Akhirnya… Alhamdulillah dapat juga tas yang dimaksud istriku, tas yang sesuai dengan harga dan model yang istriku inginkan.

Setelah selesai anak-anak mulai merasa kelaparan, karena memang hari sudah semakin siang. Karena acara ini acara istriku jadi menu makan siangnya juga menurut seleranya. Karena istriku hobby dan doyan makan bakso akhirnya kami pergi untuk makan siang di rumah makan disekitar daerah mangkunengaran yang memang khusus menyediakan bakso. Karena aku tidak terlalu bernafsu dengan bakso maka aku pilih menu yang agak lain. Di Daftar menu ada menu Balungan, Langsung saja aku pesan menu ini.

Karena aku sudah terbiasa makan Thengkleng kambing, jadi kalau ada menu yang menyangkut kata balung/tulang aku pasti tidak kaget lagi… :) .

Setelah menu yang aku pesan datang wah ternyata tidak jauh berbeda dengan angan-anganku ternyata Balungan tidak jauh berbeda dengan thengkleng hanya kuah dan bahannya saja yang berbeda. Balungan terbuat dari tulang sapi yang tentu saja dipilih yang masih ada dagingnya sedikit-sedikit. kalau kuahnya sih masih sama dengan kuah bakso, tapi perjuangan untuk mengambil daging yang menempel di tulang dan mengambil sumsum didalam tulang ini yang membikin orang ketagihan.

Jadi sensasi saat makan balungan adalah saat berhasil mengambil daging dan sumsum dari tulang itu (  ini menurut aku lho.. :)  ). Tapi yang jelas balungan menambah salah satu kuliner dikota Solo. Tidak salah bila anda belum mencoba, sekali-kali mencoba menu ini. Dan bila anda sudah mencoba ya beli lagi saja biar bagi-bagi rejeki pada pedangan  he..he… . Monggo dateng kutha Solo ingkang tambah rejho.