Berawal dari Telpon Mertua yang menyuruh untuk nganter anak istri untuk pulang ke Weru yang kebetulan beliau punya hajat syukuran atas pernikahan anaknya yang di Depok karena menikah dan sunat, terpaksa aku keluar rumah juga,  padahal rencana liburan ini akan aku gunakan untuk merampungkan jilid 1 baca kitab Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang diberikan oleh Pakdhe Aji ( Jazakumullah Pakdhe, Semoga menjadi alam kebaikan. Amiin. )

Tapi dibalik itu, memang sebagai anak kalau dipanggil Ortu memang sebisanya mentaati, maklum beliau berdua merupakan penganti Ortuku yang sudah dulu menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apalgi cuma disuruh datang sambil makan-makan, tentu lebih semangat.  :)

Es Degan Ijo

Es Degan Ijo

Yang lebih  menarik lagi saat pulang ketika sampai di Tawangsari tepatnya dekat sebuah Rumah Sakit Swasta ada beberapa penjual yang bisa kita temui. Disitu ada penjual Gethuk dan Es Degan Ijo, lha Es Degan Ijo ini yang membuat aku jadi pingin nulis di blogku lagi, yang kebetulan sudah lama aku malas untuk nulis, entah karena lokasinya yang di pinggir sawah yang dari situ sudah jelas kita bisa menikmati udara sawah yang sejuk. Atau pemandangan yang bisa kita lihat seakan gunung yang berderet di selatan dan didekatnya sawah dengan tanaman padi yang begitu suburnya yang bisa menghilangkan penat dikepala. Yang jelas saat menikmati Es Degan Ijo disitu kesegaran sangat terasa dan mungkin tidak bisa kita temui kalau di Solo yang udaranya semakin panas saja.

Bahkan anak-anakpun ikut senang, malah karena disitu dekat dengan saluran irigasi anak-anak malah bisa main kapal-kapalan dari rumput atau apa saja ( ya.. namanya anak-anak, yang bagi kita tidak bisa buat mainan tapi bagi mereka bisa jadi main yang menarik.. Subhaanallah ). Tapi kita juga tetap harus mengawasi karena bisa jadi mereka saking asyiknya trus pengin njebur ke saluran.

Es Degan Ijo akan lebih nikmat bila ditambah dengan Gula Jawa yang sudah diencerkan. Tapi semisal tidak ada cukup dengan gula pasir juga sudah nikmat. Keenakan ini semakin komplit ketika da ibu yang jualan Pecel Ndeso, langsung saja aku pesan, apalagi istriku yang memang doyan makan sayur tentu saja mengiyakan saat aku tanya dia pesan tidak ?.

Jadi kalau kebetulan anda lewat di daerah Tawangsari coba anda sekali-kali mampir,  jangan kawatir Insya Allah kalu kta pesan Es Degan Ijo yang utuh akan terjaga kebersihannya. Kalu masalah parkir jangan kawatir untuk mobil bisa apalagi sepeda motor. Monggo cintai makan dan minuman khas Indonesia  yang lebih alami.