Meja Belajar

Menulis Menempel dan Stiker

Usia antara 4 sampai 9 tahun adalah usia anak mulia ingin menampilkan kreatif mereka, baik melalui tulisan-tulisan mereka ( atau boleh dibilang coretan-coretan ) atau sekedar menempel stiker atau gambar yang telah mereka buat atau mereka beli.

Pertama yang menjadi sasaran mereka tentunya tembok diding rumah, ini hampir semua orang tua mengalaminya karena tembok dinding bagi mereka merupakan papan tulis yang siap menampung semua kratifitas mereka mulai dari coretan-coretan atau sekedar mengambar.

Keadaan ini sering ditanggapi dengan rasa  marah oleh orang tua, padahal mereka hanya perlu media untuk menampungnya. Mungkin papan tulis yang kita belikan belum menarik bagi mereka, karena setelah ditulis terus dihapus jadi kesannya kurang dihargai lain halnya kalau mereka menulis di tembok dinding pasti akan susah dihapus dan mereka bisa melihat setelah sekian lama. Atau buku yang kita belikan kurang menarik bagi mereka karena  buku terbatas dan tidak bisa mereka nikmati langsung.

Dari gambaran tadi aku punya pengalaman pribadi untuk sedikit mengatasi masalah tersebut:

  1. Kita sediakan media yang mereka sukai, kalau mempunyai rumah yang cukup luas maka kita bisa sediakan satu bagian dinding tembok rumah kita. Atau kalau tidak sediakan satu perabot perlengkapan mereka, missal meja belajar. Mereka nanti akan bangga memperlihatkan hasil karyanya kepada teman-teman. Ini juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada mereka.
  2. Kita arahkan mereka dengan pengertian bukan dengan larangan yang membuat mereka merasa terkekang. Misalnya ketika mereka mau menggambar makluk yang bernyawa (manusia dan hewan ) kita terangkan dengan bijak dan arif bila perbuatan itu dilarang oleh Allah dan Rosulnya. Dengan pengertian yang tepat Insya Allah dia akan mengerti dan tidak merasa terkekang.
  3. Kita beri pengetahuan bahwa yang boleh mereka gunakan hanya media yang telah kita tetapkan ( salah satu dinding tembok atau meja belajar ) dengan alasan biar karyanya tidak membuat kotor dan terkesan brantakan.
  4. Kadang perlu kita tanyakan apa maksud yang mereka perbuat, kalau itu tidak melanggar syariat agama atau tidak menyimpang kita biarkan.
  5. Sesekali puji mereka dengan hasil yang telah mereka perbuat, biar rasa diperhatikan dan di hargai dari kita timbul dihati mereka.
  6. Ketika kita mau membersihkan atau menghilangkan media yang mereka gunakan kita tanyakan pada mereka, apakah sudah boleh atau belum. Karena masa anak-anak sering berubah dan mereka merasa karyanya dihargai tidak langsung dirusak atau dibuang.

Mungkin sedikit ini bisa menjadi media untuk belajar sesama orang tua atau yang baru akan menjadi orang tua. Semoga bermanfaat.

Aneka Tulisan

Baju dan Celana

Baju dan Mobil

Mobil