Pertama :

Dari ‘ Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu’anhu, beliau berkata : ” Sesungguhnya seseorang keluar dari rumahnya dalam keadaan dia mempunyai dosa-dosa seperti gunung Tihamah, akan tetapi apabila dia mendengar ilmu ( yaitu mempelajari ilmu dengan menghadiri majelis ilmu ), kemudian dia menjadi takut, kembali kepada Rabbnya dan bertaubat, maka dia pulang ke rumahnya dalam keadaan tidak mempunyai dosa. Oleh karena itu janganlah kalian meninggalkan majelisnya para ulama. ” ( Miftaah Daaris Sa’aadah, karya Al-Imam Ibnul Qoyyim, 1/77 )

Kedua :

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, beliau berkata : ” Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu hakim ( yang memutuskan berbagai perkara ) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia. ” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardy, hal 48)

Ketiga :

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah ( untuk mempelajari ilmu ), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah. ” ( Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhilah, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr, 1/52 )

Sumber : Suara Quran