Selepas magrib perutku kayaknya sudah tidak kompromi lagi, sesampai dirumah Ahnaf udah teriak-teriak minta makan sama uminya ” mi… laper… minta makan “. ”  kerangnya digoreng aja mi… yg tadi pagi beli dipasar ” pintaku.

Kerang Goreng

Tak berapa lama, istriku tercinta sudah sibuk menyiakan apa-apa yang perlu untuk menggoreng kerang. Kami sengaja memilih masak sendiri dari pada harus beli di Rumah Makan atau di penjaja Seafood yang banyak terbentang di sepanjang Jl Slamet Riyadi Kartasura. Langkah ini kami ilih tidak lain karena IRIT dan EKONOMIS

Alhamdulillah,… setelah menunggu beberapa menit, Akhirnya matang sudah kerang gorengnya. Ahlam seperti biasa kalau ada yang mau pasti ngomong pelan sambil mendekat aku ” ..Bi… aku mau itu… ” , maklum anak perempuan, agak malu-malu.

Ternyata kerang goreng bikinan istriku tak kalah bila dibanding kalau aku biasa beli di Rumah Makan atau di penjaja Seafood, entah karena rasa lapar yang sudah memuncak atau memang beneran enaakkk. ( jgn marah lho..mi… ).

Dalam waktu yang tak lama kerang-kerang goreng itu sudah ludes kami habiskan. Bersamaan dengan itu terdengan suara Adzan isya memanggil. Setelah menunggu sejenak ( ben mlorot.. bs Jawa ) Aku dan Ahnaf segera pergi ke Masjid. Alhamdulillah …ya Allah karenaMU lah kami bisa menjalani hidu ini. ( Catetan buat Istriku tercinta 01/2010 ).