Dikala melihat atau menjenguk orang sakit , kita baru sadar betapa mahal dan luar biasa nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita. Padahal kita sebelumnya seakan-akan lupa dan tidak mau tahu dengan nikmat yang satu ini, seolah kita hanya memburu dan memcari kenikmatan kehidupan dunia yang hanya bersifat sentara dan semu saja. Seakan kita lupa dengan  Firman Allah Ta’ala :

Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami ? ”  Surat Al-Mukminun:115.

Bahkan kita seakan-akan hidup untuk dunia saja atau seakan-akan kita hidup selamanya ( Naudzubillah). Parahnya lagi kalau kita sepertinya belum pernah mendengar atau bahkan menbuang jauh-jauh ingatan kita tentang Firman Allah Ta’ala dalam Surat Al-Qiyamah ayat 36 :

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban) ? “.

Maka benarlah apa yang di sabdakan oleh Nabi Muhammad :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. ”  Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6412), at-Tirmidzi (no. 2304), Ibnu Majah (no. 4170), Ahmad (I/258,344), ad-Darimi (II/297), al-Hakim (IV/306), dan selainnya dari Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma.

Padahal kalau kita mau merenungkan ternyata :

  • Kesehatan merupakan nikmat dari Allah Ta’ala yang selalu diperbarui. Seorang hamba akan dihisab atas nikmat ini, yaitu dari sisi mana ia mensyukurinya, bagaimana ia menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala , serta apakah ia tidak menggunakannya dalam kemaksiatan kepada Allah Ta’ala .
  • Mensyukuri nikmat kesehatan dapat dilakukan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Syukur hati dapat dilakukan dengan cara meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Dzat yang memberi kesehatan. Syukur lisan dilakukan dengan cara mengakui kenikmatan tersebut dan melafalkannya. Adapun syukur dengan anggota badan dilakukan dengan mempergunakan kesehatan itu dlam ketaatan dan menghindarkannya dari kemksiatan.

sumber : 40 Wasiat Nabi Tentang Kesehatan, Dr. Wasim Fathullah,

penerbit Aqwamedika; Hal. 23-25.