Box Bayi ( sumber Google Images )

Tangisan adalah bukti Pertama kali bayi ( baca bayi normal ) dilahirkan di muka bumi lewat ibu tercinta mereka. Bahkan para orang tua akan gelisah dan bertanya-tanya kalau bayi yang dilahirkan tidak langsung menangis. Tak jarang kita jumpai atau kita dengar cerita dari bapak-bapak yang sedang menunggu kelahiran anaknya, mereka akan segera mengucap syukur Alhamdulillah atau melakukan sujud syukur, begitu mendengar suara tagisan si bayi yang mereka rindukan. Itu semua mereka lakukan atas nikmat dan amanah yang telah mereka terima dari Allah Ta’ala.

Atau kita bisa bayangkan betapa bahagianya seorang ibu setelah melakukan pertarungan antara hidup dan mati kemudian diakhiri dengan terdengarnya suara tangisan dari si buah hati tercinta, air mata seakan tak kuasa terbendung lagi, ingin rasanya sang ibu segera melihat, mencium, membopong atau ingin segera memberikan ASI ( Air Susu Ibu ) pada si buah hati  tercinta.

Tangisan bayi seolah-olah sebagai bahasa isyarat pertama bagi bayi, tangisan mungkin juga sebagai alat komunikasi bayi kepada orang tuanya. Berikut adalah beberapa contoh tangisan bayi dan maknanya serta cara mengatasinya Insya Allah Ta’ala,  menurut Dr Richard Wilson dalam buku Your Child’s Body Language dengan beberapa tambahan.

  • Tangisan Aku Ingin Menyusui

Bayi akan mulai menangis jika lapar, tangisan biasanya berulang-ulang. Pertama dia akan menangis lalu akan berhenti sejenak untuk mengambil napas kemudian menangis lagi demikian seterusnya.

Mengatasinya adalah dengan memberikan ASI ( Air Susu Ibu ) atau mungkin si bayi sudah waktunya beralih kemakanan.

  • Tangisan Popokku Kotor

Bayi yang normal biasanya suka dengan keadaan popok yang bersih, lembut dan tidak basah. Bila keadaan ini berubah biasanya bayi akan bergeliut-geliut ditempat tidurnya kemudian akan menangis pelan terus keras dan semakin keras. Ini berarti bayi ingin segera diganti popok atau pakainya.

Mengatasinya adalah dengan memeriksa apakah popok atau pakainya ada yang tidak normal, mungkin bayi ingin diganti popok atau pakaiannya.

  • Tangisan Badanku Sakit

Bayi akan menangis bila merasa sakit, tangisannya keras dan dengan suara yang tinggi atau boleh dibilang jeritan.

Cara mengatasinya, coba periksan badanya cari apa penyebab bayi kesakitan. Raba atau pengang dan kalau perlu goyangkan bagian tubuhnya ( misal perut, tangan, kaki atau bagian tubuh lainya ). Jika bayi menangis atau menjerit lebih keras saat kita raba, pengang atau goyangkan pada bagian tubuhnya berarti itu ada yang sakit. Kompres bagian tubuh yang sakit dengan air hangat untuk tindakan pertama selanjutnya kita periksa ke Dokter.

  • Tangisan Aku Bosan

Aktivitas yang monoton mungkin akan membosankan bagi bayi, mungkin ia capek atau ia ingin aktifitas baru/yang berbeda. Tangisan ini lebih mirip dengan teriakan daripada tangisan bayi dan biasanya dia akan tetap menangis kalau belum ada aktifitas yang berbeda.

Mengatasinya, ganti aktifitas bayi, kalau tadinya tiduran diajak jalan, di ajak bermain /dililing bhs jawa, dibacakan buku cerita atau didengarkan lantunan ayat-ayat Al-Quran.

  • Tangisan Minta Gendong

Bayi akan menjadi cengeng jika lelah atau capek, walaupun tidak ingin tiduk. Bayi akan merengek dan ( maaf ) sedikit menjengkelkan. Untuk beberapa saat bayi mungkin akan mengangguk-angguk , menggosok-gosokkan tanganya pada wajah dan matanya.

Cara mengatasinya, ayunkan perlahan-lahan sampai bayi tertidur.

  • Tangisan Kesepian

Tangisan ini seakan terdengan menyedihkan seakan-akan dia tengah sedih atau marah. Mungkin bayi senang diajak bicara atau senang bila ada temannya.

Mengatasinya, dekati bayi untuk beberapa saat atau gendong agar  bayi tenang kembali.

Setelah membaca ini mungkin bagi ibu atau calon ibu bisa sedikit ada tambahan pengetahuan tentang maksud bayi menangis, jadi setiap bayi yang menagis tidak langsung pikiran kita langsung tertuju atau lansung beranggapan kalau bayi perlu ASI ( Air Susu Ibu ), Wallahu’alam Bish-shawab.