lanjutan dari  mengapa mengucap “ Alhamdulillah “ setelah bersin.

Riwayat shahih menyebutkan, “ seorang laki-laki bersin saat bersama Rasul . Setelah Beliau mendo’akannya dengan bacaan, “ yarhamukallah “, laki-laki itu bersin lagi. Maka Beliau berkomentar, “ ia terserang flu “. Ini merupakan redaksi Muslim yang menyebutkan bahwa Beliau mengucapkannya setelah bersin kedua.

Sementara At-Tirmidzi meriwayatkan dari Salamah bin Al-Akwa’ tuturnya, “ seorang laki-laki bersin saat bersama Rasulullah yang kala itu saya hadir menyaksikan, Beliau mengucapkan, “ yarhamukallah “ lalu laki-laki itu bersin lagi sampai tiga kali. Maka beliau mengatakan, “ia sedang terserang flu “ (HR. Ahmad 4/46, Ad-Darimi 2664 dan Muslim 8/225 ). At-Tarmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

Abu Dawud juga meriwayatkan dari Said bin Abi Said dari Abu Harairah Radhiyallahu Anhuma yang mauquf padanya,”Ucapkanlah, ’yarhamukallah’  kepada saudaramu hingga tiga kali. Jika bersin lebih dari tiga kali, berarti itu influenza” (HR.Abu Dawud 5035, dan Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad 939 )

Dalam sebuah riwayat dari Said, ia menuturkan,”saya tidak mengetahuinya selain ia memarfu’kan hadits kepada Nabi  dengan maknanya.”

Abu Dawud mengungkapkan,”hadits tersebut telah diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Musa bin Qais dari Muhammad bin Ajlan dari Said dari Abu Hurairah dari Nabi . “

Musa bin Qais-lah yang telah memarfu’kannya. Ia seorang Hadhrami dari Kufah, dikenal dengan burung Surga. Yahya bin Ma’in menyatakan bahwa ia tsiqah. Sedangkan Abu Hatim Ar-Razi menilai,”tidak ada masalah.”

Abu Dawud telah meriwayatkan dari Ubaid bin Rifa’ah Az-Zarqi dari Nabi , Beliau berpesan.”Bacalah,’yarhamukallah’untuk yang bersin hingga tiga kali. Jika kamu mau, bacalah lafazh itu apabila tidak, biarkanlah.” (HR. Abu Dawud 5036 )

Riwayat ini memiliki dua illat (cacat) ; mursal karena Ubaid bukan sahabat dan didalamnya ada Abu Khalid Yazid bin Abdirrahman Ad-Dalani yang menjadi bahan perbincangan para ulama.

Dalam masalah ini, terdapat hadits lain dari Abu Hurairah secara marfu’ yakni,”Jika salah seorang diantara kamu bersin, maka temannya harus mendo’akannya (dengan ucapan ‘yarhamukallah’. Kalau lebih dari tiga kali, berarti ia sakit pilek, jaganlah ia mendo’akannya (dengan do’a tersebut).

Hadits ini adalah hadits Abu Dawud. Tentang hal itu, ia mengatakan,”hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Musa bin Qais dari Muhammad bin Ajln dari Said dari Abu Harairah Radhiyallahu Anhuma, sebagai hadits hasan.”

Jika ada yang mengatakan,” kalau ia pilek, maka lebih berhak untuk dido’akan dari pada yang sehat!. ” Maka dapat dijawab dengan,”  ia harus dido’akan seperti orang sakit yang lain, bukan dengan bacaan itu. ”

Kebiasaan bersin yang dicintai Allah Ta’ala yang merupakan nikmat dan bukti atas ringannya badan dan hilangnya gangguan di kepala, maksimal tiga kali. Jika lebih dari tiga kali, maka yang bersin didoakan dengan do’a kesembuahan dari penyakit.

Ucapan Rasulullah ia sakit flu” pada hadits diatas menunjukkan bahwa do’a untuknya ( setelah tiga kali ) adalah do’a agar sehat, karena flu itu penyakit. Juga menunjukkan bahwa penyakit tersebut harus diperhatikan, tidak boleh diabaikan karena bisa akan lebih parah. Jadi, ucapan Rasulullah seluruhnya sarat hikmah dan penuh dengan kasih sayang, ilmu dan bimbingan.

Sumber : Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziah jilid 2 Hal 285-287

Edisi Bahasa Indonesia Penerbit Pustaka Al-Kautsar