Lanjutan dari: Kapan Menyudahi Tasymid ?

Banyak orang yang berbeda pendapat dalam dua masalah, yaitu:

Pertama: Orang yang bersin membaca “ Alhamdulillah “, namun hanya didengar oleh sebagian hadirin. Apakah yang tidak mendengar ucapannya itu disunnahkan mendo’akannya ?

Ada dua pendapat dalam hal ini. Pendapat pertama yang terkenal: mendoakannya ( dengan ucapan “ Yarhamukallah “ ), jika ia yakin bahwa yang bersin membaca “ Alhamdulillah “ walaupun ia tidak mendengar lansung. Hukum ini juga berlaku untuk  orang bisu yang bersin, dengan mulutnya kelihatan berkomat-kamit pertanda bahwa ia membaca “ Alhamdulillah “, karena Nabi telah berpesan, “ jika ia bersin dan mengucapkan ‘ Alhamdulillah ‘ maka do’akanlah,”  inilah pendapat yang sholih.

Kedua: Apabila orang yang bersin tidak membaca “ Alhamdulillah “, apakah yang hadir ditempat itu dianjurkan untuk mengingatkannya agar membaca ?

Ibnu Al-Arabi mengungkapkan,” Tidak harus mengingatkannya. Ini adalah kebodohannya “. Sementara An-Nawawi merespon bahwa hal itu keliru. Ia justru sebaiknya mengingatkan. Pendapat ini juga telah disampaikan oleh Ibrahim An-Nakha’i yang menyatakan bahwa hal itu termasuk kategori nasehat dan amar ma’ruf serta tolong menolong dalam kebajikan dan takwa.

Meski demikian secara Zhahir, hadits yang ada mendukung pendapat Ibnu Ar-Arabi. Karena Nabi tidak mendo’akan orang bersin yang tidak mengucap “ Alhamdulillah “. Dan Beliau juga tidak mengingatkannya. Ini adalah sanksi baginya dan terhalangnya keberkahan do’a karena ia telah mencegah keberkahaan ucapan “ Alhamdulillah “ dari dirinya. Ia lupa kepada Allah, sehingga Allah pun memalingkan hati dan lidah orang-orang beriman dari mendo’akannya. Seandainya mengingatkannya itu sunnah, tentu Rasulullah mengerjakan dan mengajarkannya.

Bagaimana Menjawab Orang Yahudi yang Bersin ?

Terhadap sebuah hadits shahih bahwa orang-orang Yahudi saling bersin di hadapan Rasulullah dengan harapan beliau mendo’akannya mereka dengan ucapan “ Yarhamukumullah ” ( semoga Allah merahmati kamu ). Ternyata Rasulullah mengucapkan,

Yahdikumullah wa yushlih baalakum “ ( semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu ) Hadits Riwayat Abu Dawud (5038),At-tarmidzi (2740), dan Ahmad (4/400,411).

Sumber : Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziah jilid 2 Hal 287-288

Edisi Bahasa Indonesia Penerbit Pustaka Al-Kautsar