Diantara aqidah kaum muslimin adalah bahwasannya para Rosul merupakan manusia paling utama, dan para Rosul itu sendiri satu sama lain memiliki tingkatan ( derajat ) yang berbeda, sehingga sebagian mereka lebih utama dari yang lain, dan begitu sebaliknya. Maka Ahlus sunnah wal jama’ah berkeyakinan bahwasannya Allah telah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kesayangan ( Khalil ), sebagaimana Firman Allah,

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ?  Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”  Surat An-Nisa’ ayat 125

Al-Khullah “ ( tersayang ) dalah derajat cinta yang paling tinggi. Allah mencintai hamba-hamba-Nya, kaum Mukminin, orang-orang yang bertakwa dan orang-orang muhsinin ( yang senantiasa berbuat kebajikan ), sebagaimana Allah juga mencintai orang yang selalu bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri. Akan tetapi “ Al-Khullah “ ( sebagai kesayangan Allah ) tidak pernah diraih kecuali oleh dua orang manusia:

  1. Nabi Ibrahim dan
  2. Nabi Muhammad

Nabi pernah bersabda,

Sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai kesayangan sebagaimana Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kesayangan “ HR Muslim no.532 dan Al-Bukhari juga meriwayatkan yang mirip dengannya no.466 dan 467