Oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi dari Makassar

Pertanyaan :

Apa batasan perempuan menyerupai laki-laki ? sedangkan disetiap negara punya budaya masing-masing , misalnya di India anting bagi laki-laki itu lumarah sedangkan di Indonesia hal aneh.

Jawaban :

Yang menjadi ukuran adalah apa yang disebut dalam hadits, itu yang pertama dan kadang diambil dari ‘urf/kebiasaan. Jadi dua ukurannya hadits dan ‘urf, misalnya rambut didalam hadits diterangkan bagi laki-laki rambutnya hanya sebatas sampai bahu saja maka kapan dia lebih dari bahu itu menyerupai perempuan. Demikian pula perempuan kalau dia memotong rambutnya karena hajat tidak boleh memotong diatas bahu sebab menyerupai laki-laki, itu kalau ada hajat memotongnya, kalau tidak ada hajat perempuan tidak boleh memotong rambut. Memakai anting-anting itu disebutkan didalam hadits kekhususan untuk perempuan, walaupun seluruh penduduk dunia memakai anting-anting laki-lakinya, ini tidak merubah hukum ini.