Liku-liku Hidup


Jalan Macet

Pulang kerja biasanya jalanan rame plus macet, Di Solo saja udah mulai akrab dengan kata ” macet ” apalagi kota-kota besar lainya. Begitu juga kayak kemarin yang aku alami, udah badan rasanya , perut lapar ditambah jalanan yang rame  plus macet lagi, belum lagi aksi dari motor yang saling berebut dengan pengguna jalan yang lain.

Disaat baru antri untuk jalan yang semakin rame saja tiba-tiba….  ….

(lebih…)

Iklan di Koran

Bermula dari pasang iklan di salah satu surat kabar di SOLO, peristiwa ini terjadi. Kebetulan aku mau menjual suatu barang, jadi aku pilih iklan di salah satu koran di SOLO. Setelah 1 hari dimuat ternyata tidak ada yang berminat dengan barang yang aku tawarkan, menginjak hari ke 2 aku dapat SMS dari no 081933950xxx yang isinya :

”  Maaf, saya pak I ( inisial saja takut ada yg sama namanya ) dari media.. ( salah satu koran di SOLO ), mengenai ( barang ) yang anda iklankan sudah ada yang berminat, silakan hubungi di telpon no : 081388100xxx atas nama bapak R ( inisian saja takut ada yg sama namanya ), terimakasih

(lebih…)

Keiginan untuk selalu sehat memang dambaan bagi setiap orang, tak lepas juga diriku. Saat aku pulang ke WERU yang kebetulan waktu itu malam minggu yang bertepatan dengan jadwal Futsal teman-teman. Tanpa pikir panjang langsung saja aku ikut acara mereka.

Disaat lagi asyiknya menikmati permainan walaupun dengan napas yang nggos-nggosan  :)

terjadilah ……………..  benturan kakiku dengan kaki mas Koko  :(

karena jatuhnya juga tidak terlalu keras aku kira juga lecet biasa saja, tapi setelah beberapa lama tumit kakiku kok terasa ada yang tak beres….., terutama saat aku gunakan untuk sujud rasanya seperti teriris-iris, panas didalam kulit. Dengan rasa pecaya diri yang tinggi aku coba urut sendiri pake balsem…. Masya Allah,….. tenyata langkah ini fatal dan sangat keliru..         :(

Dibawah tumitku ternyata malah timbul benjolan, seperti ada cairan yang tertampung disitu…, setelah itu aku coba pergi ke pijat Ahli Syaraf, disana aku disalahkan tentang tehnik memijatnya. Yang harusnya di pijat urut ke arah atas tapi aku  pijat urut kearah bawah, setelah dipijat aku dikasih resep ramuan jawa, antara lain suruh bikin bikin jamu pake meniran dan brutowali sedang untuk kompresnya pake daun suruh direbus ama garam. Langkah ini ternyata juga belum diberi kesembuhan oleh Allah…               :(

Karena benjolan tambah besar dan semakin keras (  menurut aku  ), aku coba pake jamu shinshe ( bener nggak ya tulisannya ??? ) ternyata juga kurang berhasil.

Tumit Bengkak

Karena sangat mengganggu dan tidak nyaman untuk sujud waktu sholat dan khawatir akan tambah besar.             :(

Akhirnya…………

(lebih…)

KUPON PALSU

KUPON PALSU

Hati-hati dengan segala bentuk penipuan yang berkedok kupon berhadiah atau apa saja, kemarin waktu aku pulang dari sholat di tengah jalan aku penasaran dengan banyaknya bungkusan plastik yang bertebaran di jalan. Setelah aku ambil dan disobek ternyata berupa kupon dari PT Unilever Indonesia yang sudah pasti ini PALSU, kupon ini dibungkus dan dikasih sedikit deterjent bubuk.

Bagi orang awam ini sangat berbahaya karena kupon ini boleh dibilang mirip asli karena dicetak berwarna, bahkan untuk kupon yang digosok dibikin laminating dan terkesan tidak asal-asalan. Ditambah dalan kupon tersebut ditampilkan beberapa orang-orang penting lengkap dengan fhotonya, diantaranya :

  1. Direktur Utama PT Unilever Indonesia
  2. DITLANTAS
  3. NOTARIS dan
  4. DIRJEN PAJAK

Dan untuk menyakinkan para korban di kupon ini juga tertulis peringatan untuk hati-hati dengan penipuan dan diminta untuk tidak menghubungi ke nomor lain selain nomor telpon yang tertera. Bukan hanya orang-orang penting saja yang mereka bawa untuk mengelabuhi korban, bahkan mereka tidak segan-segan melibatkan 4 ( empat ) Stasiun Televisi Swasta yang sudah terkenal.

Dan setelah saya cerita sama-temen-temen ternyata penyebaran kupon palsu ini ternyata tidak hanya di satu daerah, biasanya mereka menggunakan sepeda motor. Mungkin karena kalau dimasukkan kedalam bungkus deterjent mereka harus keluar modal lebih banyak, sehingga cara penyebaran dijalan ini mungkin dijadikan alternatif yang lain.

Sebetulnya dari pihak PT Unilever Indonesia sudah sering memperinggatkan para konsumen untuk hati-hati terhadap penipuan semacam ini, tapi para penipu ini tak jera juga dalam mencari mangsa.

Semoga saja dengan sedikit info ini tidak ada lagi korban yang termakan bujuk rayu KUPON PALSU ini, dan yang lebih penting kalau didaerah anda ada kegiatan semacam ini segera laporkan ke Pak RT atau Pak RW untuk mencengah terjadinya korban penipuan ini.

Dan kepada para PENIPU semoga anda cepat mendapat hidayah dari ALLAH Subhanawata’ala dan diberikan pekerjaan yang halal. Amiin